SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Insiden tersangkutnya kabel listrik oleh tronton pengangkut semen curah diakses road proyek engineering procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Rabu (7/11/2012) sekira pukul 16.00 WIB, dinilai karena kelalaian PT. Tripatra Engineers & Constructors. Pasalnya, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL) itu sebelumnya tidak melakukan survey dilokasi akses road sebelum membolehkan mobil tronton masuk lokasi.
Kepala Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Pujiono menilai, insiden itu murni kesalahan Tripatra, bukan musibah. Â Sebab kontraktor tidak melakukan survey lebih dulu sebelum melakukan pekerjaannya untuk mengetahui kondisi disekelilingya termasuk keberadaan kabel listrik yang melintang di akses road.
“Mestinya kan ada survey dulu sebelum kendaraan besar masuk lokasi. Jadi mengetahui apa saja yang ada di sekitar akses road tersebut,”kata Pujiono.
Akibat tersangkutnya kabel listrik itu ada 96 kepala keluarga (KK) di dua rukun tetangga (RT) yakni RT 31 dan 32 Rukun Warga (RW 06) di Dusun Kaliglonggong yang mengalami pemadaman. Bahkan, karena insiden itu, Musnoto, warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, mengalami luka ringan dibagian kakinya karena berusaha menyelamatkan Ayu Upayanti, menantunya, yang akan tersambar kabel listrik.
“Saya harapkan Tripatra mengganti tiang listrik lebih tinggi dan ditambah jumlah tiangnya. Agar jaraknya lebih dekat diantara tiang satu dengan lainnya,†harap Pujiono.
Sementara itu, sebelumnya, Juru bicara PT Tripatra, Budi Karyawan ketika ditemui di lokasi kejadian menyatakan, kejadian itu merupakan musibah, tidak ada unsur kesengajaan. Karena sebelumnya aktivitas di akses road menuju lokasi Well Pad C di Desa Gayam juga tidak ada masalah.
“Siapa ta mas yang ingin ingin kena musibah. Ini murni ketidaksengajaan,†sambung Budi.
Dia mengungkapkan, memperoleh informasi dari warga tentang rendahnya kabel listrik itu akibat diterjang angin saat hujan deras beberapa waktu lalu. Sehingga ketika mobil pengirim cor itu melintas menyangkut kabel.
“Kita sudah menghubungi PLN untuk membenahi. Agar malam ini listrik bisa nyala kembali,”ungkapnya.
Akibat insiden ini, Mat Rokim, salah satu warga Dusun Kaliglonggong mengaku kecewa. Sebab, sebelumnya Tripatra berjanji listri akan menyala dalam waktu satu jam.
“Tapi sampai saat ini masih belum nyala,†sergahMat Rokim, warga Kaliglonggong ditemui di TKP, (07/11).
Hingga berita ini diturunkan, mobil penyangkut kabel listrik itu belum bisa dievakuasi dan listrik warga Kaliglonggong juga belum nyala. Petugas keamanan dari Polsek Gayam juga dilokasi kejadian untuk memberikan pengamanan insiden tersebut. (sam/suko)