SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Eksplorasi dan ekspolitasi minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ditengarai menjadi penyebab meningkatnya suhu panas di wilayah setempat. Warga meminta pihak terkait untuk segera melakukan pengukuran suhu udara dan mencari solusi untuk mengatasinya.Â
Seorang warga Desa Gayam, Wajib, mengungkapkan, suhu panas pada musim kemarau di sekitar Lapangan Minyak Banyuurip kali ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang mana pada musim kemarau sebelum adanya eksplorasi dan eksploitasi minyak Banyuurip suhu panas tak begitu menyengat.Â
“Sejak 2013 hingga saat ini sudah terasa ada perubahan suhu panas di sini, Pak. Tetapi berapa drajat perubahannya kami tidak tau. Maklum, kami adalah warga pedesaan yang tidak tau apa-apa selain hanya bertani,” kata Wajib kepada suarabanyuurip.com, minggu (26/10/2014).
Wajib, berharap pihak Pemkab Bojonegoro untuk segera mengantisipasi suhu panas. Dengan cara menerjunkan tim kusus yang memiliki keahlihan melakukan pengukuran suhu cuaca.
“Tentunya tidak hanya diukur saja. Tetapi juga dicari tahu penyebabnya apa, dan solusinya bagaimana. Dengan begitu, setidaknya bisa mengurangi suhu panas yang dirasakan warga,” ungkapnya dengan berharap.
Udara panas ini mulai terasa sekira pukul 09.00 WIB dan mereda sekira pukul 16.00 WIB.Â
“Dulu sebelum ada proyek Blok Cepu jam segitu masih kuat di ladang. Tetapi sekarang sudah tidak betah, dan pilih pulang,” sambung Paser warga lainnya. (sam)