HET Pupuk Subsidi Resmi Turun, Komisi B DPRD Bojonegoro Siap Awasi Implementasi

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi.
Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Harga Eceran Tertinggi atau HET pupuk bersubsidi resmi turun harga. Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan kesiapannya dalam melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemerintah tersebut agar tepat sasaran.

‎Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengatakan, kebijakan Pemerintah Pusat melalui Keputusan Menteri Pertanian, Nomor: 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025 tentang HET Pupuk Bersubsidi per tanggal 22 Oktober 2025 memiliki pengaruh positif bagi para petani.

‎”Tugas kami di Komisi B DPRD Bojonegoro saat ini mengawal dan mengawasi implementasi kebijakan ini di tingkat daerah,” kata Sally Atyasasmi dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/10/2025).

‎Dijelaskan, pengawasan terapan atas kebijakan Pemerintah Pusat di daerah oleh DPRD Bojonegoro itu antara lain, secara berkala melakukan kunjungan distributor, kios, kelompok tani maupun petani. Agenda ini untuk memastikan kebijakan yang berpihak terhadap petani betul-betul sampai kepada penerima manfaat.

‎Sebelum ini, kata Sally, ia bahkan pernah menerima aduan dari petani yang membeli pupuk bersubsidi melebihi HET yang sudah ditetapkan pemerintah. Maka dengan adanya pengawasan ketat, jangan sampai kebijakan dari pemerintah pusat tersebut diselewengkan di tingkat daerah.

‎”Khususnya (penyelewengan) di distributor, kios, kelompok tani maupun petani,” jelas Komisi DPRD yang salah satunya membidangi pertanian ini.

‎Menurut Politikus Partai Gerindra ini, sebagai kabupaten yang menjadi sentra produksi padi, selama ini para petani di Bojonegoro mengalami kendala tingginya biaya produksi, akibat harga pupuk yang relatif tinggi.

‎”Sehingga adanya kebijakan penurunan HET pupuk bersubsidi ini diharapkan dapat menaikkan keuntungan petani terutama di Kabupaten Bojonegoro,” tuturnya.

‎Ia mendorong penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Bojonegoro bisa terealisasi 100 persen sesuai target yang direncanakan kepada penerima manfaat yang sesuai dan HET terbaru.

‎”Kami memastikan lokasi pupuk bersubsidi yang disediakan Pemerintah Daerah Bojonegoro tersalurkan semuanya, tentunya sesuai data, penerima manfaat dan sesuai HET terbaru,” tandasnya.

‎Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menekankan adanya dua hal yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan sektor pertanian. Yakni air dan pupuk. Keduanya menjadi faktor penting yang harus dikelola dengan bijak agar hasil pertanian tetap optimal tanpa mengurangi kesuburan tanah di masa mendatang.

‎”Karena itu, kita perlu memperhatikan perbaikan lahan, kualitas bibit, serta tata kelola lahan dan air,” kata Bupati Setyo Wahono kala hadir dalam tasyakuran panen raya MT-3 di Kecamatan Sumberrejo, Selasa (28/10/2025) kemarin.(fin)

Baca Juga :   BPBD Nyatakan Laut Utara Aman

Berikut perubahan HET pupuk subsidi meliputi:

‎Pupuk urea dengan HET lama Rp2.250 per kilogram (kg) dan Rp112.500 per sak turun menjadi Rp1.800 per kg serta Rp90.000 per sak.

‎NPK dengan HET lama Rp2.300 per kg dan Rp115.000 per sak turun menjadi Rp1.840 per kg dan Rp92.000 per sak.

Pupuk ZA dengan HET lama Rp1.700 per kg dan Rp85.000 per sak turun menjadi Rp1.360 per kg dan Rp68.000 per sak. Pupuk organik dengan HET lama Rp800 per kg dan Rp32.000 per sak menjadi Rp640 per kg dan Rp25.600 per sak.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait