SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Dinas Tenaga Kerja,Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan telah melakukan koordinasi dengan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), dan pemerintah desa sekitar proyek Lapangan Kedung Keris (KDK), Blok Cepu terkait pelibatan tenaga kerja.
“Kita sudah koordinasikan dengan MCL dan Pak Kades,” kata Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/11/2014).
Adie mengungkapkan baik EMCL maupun pemerintah desa sekitar lokasi Lapangan KDK telah sepakat dalam pelibatan warga lokal dalam proyek tersebut nantinya. Namun sayangnya, warga lokal hanya akan dilibatkan untuk kategori unskill atau tenaga kasar.
“Mereka sudah berkomitmen melibatkan tenaga lokal untuk yang unskill,” ujar Adie, mengungkapkan.
Kepala Desa Leran, Mustabi’in menyatakan tenaga kerja merupakan persoalan serius yang bisa memunculkan gejolak sosial masyarakat. Karena itu pihaknya mengaku akan menampung aspirasi warganya dan berkoordinasi dengan Disnakertransos Bojonegoro.
“Masyarakat sudah dewasa dalam berdemokrasi,” ucapnya.
Dia menuturkan, beberapa desa terdekat Lapangan KDK pun juga telah berkoordinasi.Terutama Desa Sukoharjo, Leran, dan Ngujo, Kecamatan Kalitidu.
Seperti diketahui, Lapangan KDK yang berpusat di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, rencananya akan kerjakan pada awal tahun 2015. Lapangan ini sebagai penunjang lapangan Banyuurip.(roz)