SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Warga Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berharap sungai di sepanjang Kali Putat dinormalisasi. Sebab sungai yang memisahkan antara Kelurahan Cepu dan Kelurahan Balun itu menjadi biang kerok banjir bandang di wilayah setempat setiap musim penghujan.
Selain sudah mengalami pendangkalan dan penyempitan, di sepanjang Kali Putat juga banyak bangunan liar permanen yang menyebabkan banjir bandang kian parah dari tahun ke tahun.
Menurut Munarto, Warga Keluarahan Balun RT.01, RW 12, banyak warga yang mengeluhkan pendangkalan Kali Putat. Karena itu warga berharap agar kali tersebut dilakukan pengerukan dan pelebaran.
“Sehingga kali bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Kamis (6/11/2014).
Dia menganggap, banyaknya bangunan liar permanen sepanjang kali itu menjadi penghambat aliran air. “Jadi harus ditertibkan, dan lebar kali harus dikembalikan seperti sedia kala,” tandas Munarto.
Dia menambahkan, selain itu juga perlu dibangun plengseng di sepanjang bibir kali supaya aliran air lebih lancar dan menghindari gerusan akibat derasnya aliran air. “Selama ini ketika terjadi banjir bandang arusnya sangat deras. Bahkan bisa merobohkan tembok pagar,” ujar Munarto, mengungkapkan.
Senada disampaikan Prayit. Dia mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah supaya dilakukan normalisasi kali. “Kami sekeluarga kebingungan, kalau setiap kali datang banjir. Pernah ada rumah tetangga sampai jebol diterjang derasnya arus air,” sambung Prayit.
Warga di sana sangat mendukung jika pemerintah setempat melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang kali itu. Karena musim hujan dipredeksi akan segera datang.(ams)