SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Banjir akibat luapan sungai Bengawan Solo masih menggenangi lima desa di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (01/03/2025) sore. Tiga desa diantaranya terisolir, karena akses keluar masuk tidak bisa ditempuh dengan kendaraan dan harus menggunakan perahu.
Ketiga desa terisolir tersebut adalah Lebaksari, Tanggungan dan Kalisari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Daerah (Kalaksa BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi menuturkan, kondisi per Sabtu, 1 Maret 2025 pukul 17.20 WIB, di lima desa terdampak banjir luapan Bengawan Solo di Kecamatan Baureno.
Kelima desa terendam banjir itu ialah Desa Kadungrejo, Desa Lebaksari, Desa Kalisari, Desa Tanggungan, dan Desa Trojalu. Keadaan ini dilaporkan terjadi semenjak Kamis, 27 Februari 2025 sekitar pukul 05.00 WIB.
“Luapan ini terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu ditambah curah hujan lokal yang juga tinggi, saat ini genangan di Desa Kalisari malah naik 10 Cm, Desa Kalisari yang terparah,” kata Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com via gawai elektronik.
BPBD Bojonegoro bersama tim BPBD Jatim telah mendata di lokasi banjir dan membuat laporan kondisi lapangan kepada pimpinan. Personil Agisena BPBD Jatim juga berkoordinasi dengan Camat dan pemerintah desa (pemdes). Pemdes pun telah membagikan sembako ke 600 KK warga terdampak di Desa Kalisari.

BPBD Bojonegoro bersama BPBD Jatim menyalurkan bantuan korban terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Baureno. Namun, terdapat beberapa kendala tercatat. Antara lain Agen Informasi Bencana (Agisena) BPBD Jatim tidak bisa mengakses masuk ke Desa Tanggungan dan Kalisari karena jalan tidak biisa dilewati motor.
“Selain itu, karena para warga belum ada yang mengungsi ke tenda pengungsian, maka dapur umum juga belum digunakan. Warga masih bisa masak sendiri,” tandas Heru Wicaksi.(fin)
Berikut Kondisi pada Lima Desa Terdampak Banjir Luapan Bengawan Solo di Kecamatan Baureno :
1. Desa Kadungrejo :
– Rumah tergenang: 25 unit
– Tinggi Genangan: 5cm
– Jalan Poros Tergenang: kering
– Jalan Lingkungan Tergenang: 200m (RT29-30)
– Tinggi Genangan: 15cm-30cm
– Fasum Tergenang: kering
– Tinggi Genangan: kering
– Persawahan Tergenang: 465 hektar
– Tinggi Genangan: 150cm
– Keterangan terkini : genangan hanya tersisa di RT.29 dan RT.30, mulai surut 10cm.
2. Desa Lebaksari:
– Rumah Tergenang: 35 unit
– Tinggi Genangan: 20cm-50cm
– Jalan poros desa, perbatasan Dusun Mojo Desa Kadungrejo dengan Dusun Parengan Desa Lebaksari masih tergenang sepanjang 900m dan putus sepanjang kurang lebih 10 meter.
– Tinggi Genangan: 30cm-100cm
– Fasum Tergenang: Masjid Al Huda Dusun Parengan, MI Husnul Qulub Dusun Parengan, SDN Lebaksari
– Tinggi Genangan: 20-50cm
– Persawahan Tergenang: 90Ha
– Tinggi Genangan: 70-100cm
Keterangan Terkini : Air mulai surut, namun masih ada genangan di persawahan.
3. Desa Kalisari:
– Rumah Tergenang: 165 Rmh
– Tinggi Genangan: 30cm-80cm
– Jalan Poros Tergenang: 3,2km
– Tinggi Genangan: 120cm-170cm
– Fasum Tergenang: 1 SDN, 2 TK, 4 PAUD, 1 MI, 1 Masjid (halaman), 1 Polindes, 1 Mushola, 1 Kantor Desa.
– Tinggi Genangan: 35cm-85cm
– Persawahan Tergenang: 190 hektar
– Tinggi Genangan: 210cm-300cm
– Korban Jiwa: 1 orang
– Keterangan Terkini : Rata-Rata Genangan Naik 10 cm.
4. Desa Tanggungan:
– Rumah tergenang: 105 rmh
– Tinggi Genangan: 30cm-50cm
– Jalan Poros Tergenang: 6km
– Tinggi Genangan: 30cm-50cm
– Fasum Tergenang: 3 (SDN Tanggungan, MA Tanwirul Qulub, Mushola An-Nur)
– Tinggi Genangan: 30cm-100cm
– Persawahan Tergenang: 60 hektar
– Tinggi Genangan: 100cm-150cm
– Keterangan terkini : sudah normal/kering*
5. Desa Trojalu:
– Rumah Tergenang: –
– Tinggi Genangan: –
– Jalan Poros Tergenang: –
– Tinggi Genangan: –
– Fasum Tergenang: –
– Tinggi Genangan: –
– Persawahan Luas Tergenang: 20 hektar
– Tinggi Genangan: 80cm
– Keterangan terkini : masih genangi persawahan namun surut.





