Pembelian di SPBU Masih Normal

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban –Rencana pencabutan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah yang dikabarkan dilakukan bulan ini belum mempengaruhi lonjakan pembelian di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tuban, Jawa Timur.

Pantauan suarabanyuurip.com, Jumat (7/11/2014), aktivitas di SPBU masih berjalan seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang sebagai tanda kepanikan masyarakat yang kerap dijumpai ketika isu kenaikkan BBM ini mulai beredar.

Selain itu, beberapa SPBU masih melakukan Delivery Order (DO) ke Pertamina dengan normal. Seperti halnya aktivitas pada hari biasa.

“Sampai sekarang masih normal,” kata Nanang, salah satu pengawas SPBU di Desa Dasin, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Nanang mengatakan, SPBU ditempatnya mendapat jatah BBM dari Pertamina sekira 40-48 ton untuk solar dan 16 ton BBM subsidi jenis premium.

Sampai saat ini, dia mengaku mendapat pasokan sesuai dengan jadwal dan permintaan. Bahkan nyaris tidak ada keterlambatan kecuali hitungan jam, karena perjalanan dari pangkalan BBM ke SPBU.

“Jadi tidak ada keterlambatan menerima pasokan,” tegas Nanang.

Baca Juga :   Warga Gantungkan Mata Air Tengah Hutan

Sementara itu, warga memang kerap melakukan pembelian berlebihan ketika ada isu kenaikan BBM. Salah satu caranya, dalam satu malam membeli BBM sampai tangki kendaraan penuh kemudian menyimpannya. Hal itu dilakukan secara berulang-ulang.

“Kalau tidak begitu, sulit dapat bensin untuk dijual lagi secara eceran,” kata Amin, salah satu pedagang kecil di Kecamatan Palang.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *