Banyak Media Termakan Jargonya Sendiri

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Praktisi media dan ilmu komunikasi  ternama Ari Junaedi mengungkapkan perkembangan media yang begitu pesat membuat media kehilangan arah tujuannya. Media lebih mementingkan bisnis semata. Selain itu, media juga kerap termakan jargonnya sendiri, khususnya media jenis online yang lebih mengejar kecepatan berita namun mengesampingkan akurasi dan kode etik.

“Jadi, banyak media yang kemakan jargon-jargonnya sendiri, mereka hanya mengandalkan kecepatan,” paparnya saat memberikan materi anatomi media massa dalam workshop yang diselenggrakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa bekerjasama dengan Pertamina EP Cepu (PEPC) belum lama ini.

Begitu pula dengan media cetak, pria yang juga dosen di sejumlah perguruan tinggi ternama ini juga menilai trend media cetak di Indonesia mulai bergeser dari kaidah jurnalistik.

“Media harus dapat berkreativitas. Termasuk dalam menentukan judul sebuah berita.Trend media massa kita di Indonesia sekarang seperti itu, banyak hal yang tidak penting dijadikan berita hanya karena ingin bombastis” ucapnya.(roz)

Baca Juga :   Jasa Penukar Uang Mulai Menjamur

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *