SuaraBanyuurip.com -Â Edy Purnomo
Tuban – Jasa penukaran uang mulai marak menghiasi trotoar jalan Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjelang Idul Fitri 1436 H.
Jasa penukar uang ini merupakan salah satu usaha musiman yang memanfaatkan momen dengan adanya tradisi angpao (memberikan uang receh) setiap lebaran Idul Fitri.
Pantauan suarabanyuurip.com, jasa penukaran uang ini mulai muncul di sepanjang trotoar dan perempatan yang ada di Jalan Basuki Rahmat. Selain itu juga sempat terlihat di kawasan Pujasera di Jalan Sunan Kalijogo Tuban.
Mereka terlihat membeber uang recehan yang masih baru untuk menarik warga agar mau menukarkan uangnya.
Soni, salah satu pedagang uang receh ini mengaku, sudah empat lebaran ini berada di jalan Tuban untuk membuka jasa penukaran uang receh. Warga asli Kabupaten Lamongan ini mengatakan, mengambil untung Rp10 ribu setiap Rp100 ribu uang yang ditukarkan.
“Setiap 100 ribu rupiah kita ambil 10 ribu rupiah,â€kata Soni.
Uang yang ditukarkan pun beragam, mulai dari pecahan Rp2.000, Rp5.000, sampai Rp10 ribu. Tetapi yang paling laris diakuinya adalah pecahan Rp5.000.
Agung (30), penukar uang yang lain mengaku, satu hari bisa menukar uang Rp1 juta. Jumlah ini dimungkinkan akan terus meningkat ketika warga tidak lagi mendapatkan uang receh di Bank.
“Dua hari ini sekitar 20 bendel, atau dua juta rupiah yang sudah ditukarkan,†ugkap Agung.
Penukaran uang seperti ini, biasanya semakin laris ketika Idul Fitri tinggal beberapa hari. Lantaran Bank-bank sudah tidak menukar uang lagi karena stok yang sudah tidak ada.(edp)