SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Jembatan darurat sepanjang sekira 35 meter yang menghubungkan Desa Ngasem menuju Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur putus diterjang air sungai yang bercampur ranting kayu seusai hujan, Sabtu (08/11/2014) kemarin sekira jam 20.00 WIB.
Akibat ambruknya jembatan sementara penggangti jembatan utama Ngasem – Dander yang sedang diperbaiki itu, pengendara sepeda motor yang hendak ke Kecamatan Dander maupun sebaliknya harus memutar melalui jalan poros Desa Ngadiluwih – Sendangharjo atau melalui jalan poros Desa Kolong ke Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Dengan jarak 2 kilo meter lebih.
Seorang warga Desa Ngasem, Mardiono, mengaku, ambruknya jembatan darurat ini lantaran diterjang air bercampur ranting kayu seusai hujan lebat.
“Ambruknya kemarin, Pak sekitar jam 20.00 WIB tiang jembatan yang terbuat dari kayu diterjang brongkah (ranting) kayu langsung putus, dan ambruk persis dibagian tengah jembatan,” kata Mardiono kepada suarabanyuurip.com, Minggu (09/11/2014).
Dia mengatakan, untuk bisa dilalui kembali jembatan darurat telah mulai diperbaiki sejak pagi tadi. “Mulai pagi sudah diperbaiki, dan kemungkinan sore sudah jadi,” ungkapnya menerangkan.
“Ya mau bagaimana lagi memangnya rusak diterjang banjir. Jadi, memutar juga tidak apa-apa,” sambung Jasman, salah satu pengendara sepeda motor yang hendak menuju wilayah Kecamatan Dander, Bojonegoro.(sam)