Harga Ikan Laut Anjlok

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Nelayan di wilayah Pantura Lamongan, Jawa Timur mengeluhkan harga ikan yang terus menurun. Padahal saat ini hasil tangkapan ikan nelayan sedang memasuki musim sepi yang seharusnya membuat harga ikan bertambah mahal.

Harga ikan yang anjlok adalah jenis tongkol dari biasanya mencapai Rp20 ribu/kg, saat ini anjlok hingga Rp.11 ribu. Sedang cumi-cumi yang biasanya harganya Rp22 ribu kini hanya 18 ribu/ kg

“Ndak tahu penyebabnya mas. Harga ikan terus menurun. Padahal saat ini jarang nelayan yang melaut karena cuaca ekstrem,” keluh nelayan asal Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Tarji kepada suarabanyuurip.com, Senin (10/11/2014).

Menurutnya hampir dua minggu ini sepertiga nelayan di Desa Labuhan yang jumlahnya mencapai ribuan memilih menyandarkan perahu. Hanya sebagian kecil nelayan yang bernyali besar tetap nekad melaut.

“Meski demikian hasil tangkapannya juga tidak seberapa. Namun anehnya walau sepi ikan harga ikan malah turun,” tutur Tarji lagi.

Selama ini ikan hasil tangkapan nelayan Desa Labuhan yaitu ikan Tongkol, Kembung dan Cumi. Yang menjadi faforit adalah ikan kembung. Namun dicuaca ektrem saat ini nelayan jarang menangkap ikan kembung.

Baca Juga :   Bus Karyawan Proyek Banyuurip Dilempar Batu

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Lamongan, Samiaji, membenarkan, jika harga ikan hasil tangkapan nelayan terus menurun.

“Ini memang kenyataan pahit yang dihadapi para nelayan,” sambung Samiji ditemui terpisah.

Menurutnya terus anjloknya harga ikan karena tidak adanya standarisasi harga ikan yang ditetapkan pemerintah. Selama ini nelayan tergantung pada para tengkulak yang bebas menentukan harga jual ikan.

“Seharusnya pemerintah turun tangan dengan membuat patokan standarisasi harga ikan,” harapnya.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *