Mensesneg Juluki Bojonegoro dengan Sebutan Jo-Ja

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sejak dilantik menjadi Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg) beberapa minggu lalu, Praktikno, melakukan kunjungan kerja pertamanya ke kabupaten kelahirnya, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (10/11/2014). Dalam lawatannya ini, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mendatangi sekolah yang menjadi tempatnya menimba ilmu semasa remaja dulu yakni di SMP Negeri Padangan dan SMA Negeri 2 Bojonegoro.

Selain itu, Pratikno juga menyempatkan bertemu dengan seluruh perwakilan Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Aula Rumah Dinas Bupati, Senin (11/11/2014).

Dalam sambutannya, pria berkacamata minus ini mengungkapkan bagaimana Kabupaten Bojonegoro memiliki sifat kesederhanaan yang sama dengan Presiden RI ke 7, Joko Widodo (Jokwi) dalam sistem kepemerintahan.

“Pak Yoto ini sudah mirip dengan Pak Jokowi. Sukanya blusukan dan berdialog langsung dengan warganya,” ujar Partikno.

Pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, itu menyampaikan, kemiripan ini dari sifat kesederhanaan dan kesahajaan Bupati Suyoto kepada masyarakatnya yang wujudkan dalam bentuk dialog. Seperti dialog publik setiap hari Jumat yang dilakukan secara terbuka dan bagaimana gaya bahasa yang disampaikan sangat biasa seperti tidak ada batasan.

Baca Juga :   Kerugian Banjir Bojonegoro Capai Rp13,9 M

“Saya pernah datang ke dialog jumat kok kalau ngomong itu warganya ceplas ceplos, ya biasa gitu. Padahal, bupatinya disitu,” imbuhnya.

Pratikno mengungkapkan, slogan lumbung Pangan dan Energi yang ada di Bojonegoro secara tidak langsung memberikan dukungan penuh dan sinergi dengan program pemerintah pusat sekarang ini.

“Saat ini fokus negara ada dua, yakni energi dan pangan. Sehingga dengan slogan yang dimiliki Bojonegoro berarti sedang memberikan kontribusi bagi Bangsa Indonesia,” tegas Pak Tik, sapaan akrab Pratikno.

Untuk itu, lanjut dia, bagaimana hiruk-pikuknya program nasional harus mendapatkan dukungan dari daerah, terutama Bojonegoro. Karena nantinya kesuksesan program dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan oleh Bojonegoro juga.

“Perlu saya sebut Jo-ja yang  singkatannya adalah Jonegoro-Jakarta, karena implementasi dan tujuan yang sama mensukseskan bangsa,” pungkasnya.(rein)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *