SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Nelayan di wilayah Pantura Lamongan, Jawa Timur mengharapkan Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, mampu mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi nelayan yang tak kunjung tuntas. Problem yang sering muncul dirasakan elayan diantaranya adalah kecukupan BBM untuk melaut.
Menurut Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lamongan, Â Samiaji, persoalan klasik yang selalu dihadapi nelayan adalah minimnya subsidi BBM jenis solar.
“Masalah minimnya solar selama ini seakan diabaikan pemerintah sehingga kehidupan nelayan selalu miskin,†kata Samiaji kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (10/11/2014).
Untuk subsidi solar bagi nelayan di Lamongan menurutnya masih relatif minim. Nelayan sering tidak melaut karena sering kehabisan solar.
Dicontohkan olehnya di Desa Labuhan saja terdapat 21 kapal besar dan 329 kapal kecil. Ironisnya tidak ada Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) di tempat itu. Demi untuk mendapatkan solar nelayan harus membeli di Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sehingga harus berebut dengan kendaraan bermotor lainnya.
“Untuk kapal besar mendapat jatah solar 200 liter perhari. Sedang kapal kecil 30 liter perhari. Untuk pembelian solar harus mengantongi ijin yang dikeluarkan Dinas Kelautan dan Perikanan Lamongan. Namun selama ini para nelayan masih sangat sulit mendapatkan solar,“ papar Samiaji.
Samiaji mengharap Menteri Perikanan dan Kelautan Susi mampu membuat kebijakan dengan memperbanyak pendirian SPBN nelayan di Lamongan.
“Seperti di Desa Labuhan, sudah sangat layak didirikan SPBN nelayan. Pemkab sudah berjanji akan membangunnya tahun lalu. Tapi hingga akhir tahun ini belum ada tanda-tanda bakal terealisasi, “ keluhnya lagi.
Beberapa nelayan yang ditemui SuaraBanyuurip.com mengaku sering dibuat frustasi akibat sulitnya mendapatkan solar. “Meski sudah mendapatkan surat ijin pembelian solar dari Dinas Kelautan dan Perikanan namun kami masih sering kesulitan mendapatkan solar,“ ujar nelayan asal Desa Lohgung, Trisno.
Untuk membeli solar di SPBU selain jarak tempuhnya relatih jauh dari tempat menyandarkan perahu, terkadang juga harus menelan kekecewaan karena solar habis.
“Kalau solar sudah habis, alamat kami tidak bias melaut,“ ungkapnya. (tok)