Setelah Menunggu 32 Tahun, Bandara Ngloram Akan Didarati Pesawat Akhir Tahun Ini

Bandara Ngloram Akan Didarati Pesawat Akhir Tahun Ini

SuaraBanyuurip.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan akhir tahun 2019 ini bakal ada pesawat yang mendarat di Bandara Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Ganjar menjelaskan, saat ini proses pembangunan Bandara Ngloram hampir merampungkan pengerjaan runway atau landasan pacu. Pekerjaaan tersebut akan selesai pada 24 Desember 2019.

“Kalau itu selesai, akhir tahun ini kita akan ujicoba pendaratan pesawat yang pertama,” ujarnya saat mengecek pengerjaan runway Bandara Ngloram Blora, Kamis (12/12/2019), dilansir dari situs resmi Pemrov Jateng.

Begitu pengerjaan runway selesai, lanjut Ganjar, pada Januari 2020 mulai dilakukan penggarapan terminal, sehingga akhir tahun diharapkan bisa beroperasi. Dengan begitu akses peningkatan perekonomian masyarakat Blora dan sekitarnya akan terdongkrak. Terlebih, bandara tersebut sangat dekat dengan stasiun.

“Kalau kerjasamanya kompak begini, perekonomiannya terbuka, pariwisatanya terbuka dan masyarakatnya juga akan terbuka. Apalagi bandara ini dari stasiun Kapuan hanya 300 meter. Dekat sekali. Maka transportasi kereta dan bandara terintegrasi,” tandasnya

Mendengar kabar tersebut, Bupati Blora Djoko Nugroho mengungkapkan kebahagiaannya. Warga Blora, khususnya Cepu telah menanti lama bandara tersebut di darati pesawat.

Baca Juga :   Dukung Pengeboran Sukowati Pad C, DPRD : Raperda Tata Ruang Kawasan Migas Masuk Prolegda 2020

“Penantian panjang ini akhir terwujud. Setelah menunggu 34 tahun, kita bakal melihat hilir mudik pesawat di sini,” sambung Kokok, panggilan akrab Bupati Blora saat  mendampingi gubernur.

Bandara Ngloram sudah ada sejak tahun 1980. Dibangun untuk mendukung pengembangan proyek-proyek pertambangan minyak dan gas (migas) di Blora dan sekitarnya.

Kali pertama pesawat yang mendarat di Bandara Ngloram adalah Presiden Soeharto. Namun empat tahun setelah itu, bandara tidak lagi beroperasi, hingga akhirnya Pemerintah memutuskan untuk membangun ulang bandara tersebut pada pertengahan 2018 silam.

“Ini akan jadi kebanggaan warga Blora. Jika kemarin-kemarin hanya untuk mainan anak-anak dan angon ternak, Insyaallah akhir tahun ini ada pesawat yang mendarat,” tutur Kokok.

Pada tahap awal ini, landasan pacu Bandara Ngloram yang dibangun sepanjang 1,2 km, dari panjang runway sebelumnya yang hanya sepanjang 900 meter. Untuk selanjutnya runway bakal diperpanjang hingga 2,6 Km.

“Progresnya tanpa banyak bicara, Insyaallah bandara jadi. Blora akan punya bandara dan kawan-kawan di Bojonegoro, nanti kita pakai bareng-bareng,” pungkas Kokok.

Baca Juga :   Blok Malo Masih Dikaji

Sebelumnya, 20 pemilihan dari Desa Kapuan dan Ngloram, telah mendapat ganti rugi pembebasan Bandara Ngloram. Harga yang disepakati Rp382.000 permeter persegi. 

Ada 3,2 hektar (Ha) lahan yang dibebaskan untuk perluasan Bandara Nglora.(red) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *