Gagak Rimang Berlabuh di Tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kapal Fasilitas Penyimpanan dan Alir-Muat Terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) yang akan menampung minyak mentah dari produksi Lapangan Banyuurip sudah berada di perairan laut utara, tepatnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kapal raksasa yang sudah resmi diberi nama Gagak Rimang oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang waktu itu masih dijabat oleh Jero Wacik ini, awalnya berada di galangan Kapal Sembawang, Singapura.

Field Public and Government Manager Affair ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya, ketika dikonfirmasi membenarkan kalau tangker raksasa ini sudah ada di Tuban.

“Sudah, Mas,” kata Rexy, membalas konfirmasi Suarabanyuurip.com melalui pesan pendek, Selasa (12/11/2014).

“(Ada di) 23 Kilometer dari pesisir Tuban,” lanjut Rexy.

Rencananya EMCL selaku operator dari Lapangan Banyuurip, akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Baik itu kepada nelayan, dan pihak lain yang terkait mengenai keberadaan FSO Gagak Rimang di perairan utara ini.

“Rencananya akan ada sosialisasi, tepatnya akan kami kabarkan lagi,” kata Rexy.

Baca Juga :   ADD Turun, Pemdes Ngampel Atur Ulang RPJMDes

Kapal ini akan menampung minyak mentah yang dibor dari Lapangan Banyuurip, Desa Mojodelik, Kabupaten Bojonegoro menuju Desa Glodog, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Minyak mentah dialirkan melalui pipa darat yang disambung melalui pipa bawah laut menuju FSO.

Lapangan Banyuurip sendiri saat ini mempunyai produksi sebesar 30 ribu barel per hari. Serta ditargetkan pada produksi puncak sebesar 165 ribu barel per hari. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *