SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Adanya penurunan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, harus mengatur ulang Rencana Pemerintah Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Sekretaris Desa Ngampel, Hantoyono, mengungkapkan, pada tahun 2016 Desa Ngampel yang merupakan desa penghasil minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati, Blok Tuban, menerima ADD sebesar Rp978.001.100.
“Sementara tahun ini turun, dan hanya menerima ADD sebesar Rp376.231.000,” ujarnya saat ditemui Suarabanyuurip.com dikantornya, Kamis (5/1/2017).
Menurutnya, masih banyak pembangunan desa yang harus diprioritaskan belum berjalan maksimal. Salah satunya perbaikan jalan desa.
“Dulu jalan desa masih bagus, tapi sejak 2015 mulai rusak dan 2016 rusak parah,” ungkapnya.
Dengan nilai ADD yang menurun, pemdes tidak bisa memperbaiki jalan seluruhnya. Karena anggaran harus dibagi untuk yang lainnya seperti TPT, pembangunan gedung PKK, dan lain lain.
“Rencananya kita akan berkoordinasi dengan Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ) untuk membantu desa,” tandasnya.
Koordinasi yang dimaksud bertujuan agar program Corporate Social Responbility (CSR) tahun ini untuk membantu pelaksanaan pembangunan yang tertunda akibat penurunan nilai ADD.
“Misalnya kita hanya bisa perbaiki jalan 500 meter, mungkin sisanya bisa dibantu JOB P-PEJ,” pungkasnya.(rien)