Ratusan Siswa SD Dipulangkan Paksa

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sejak dua hari terakhir aktifitas pemboran di sumur minyak Pad B lapangan Sukowati, Blok Tuban yang  dioperatori  Joint  Operating  Body Pertamina Petochina East Java (JOB P-PEJ) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluarkan bau tak sedap.

Akibat munculnya bau busuk menyengat tersebut ratusan siswa SDN Ngampel dipulangkan paksa oleh gurunya. Para pengajar di sana takut muridnya keracunan, setelah mencium aroma seperti kentut tersebut, Kamis (13/11/2014).

Salah satu guru sekolah setempat,  Jarwati,  mengungkapkan, bau menyengat sudah dirasakan warga sekolah sejak Rabu kemarin,  namun  tidak seberapa seperti sekarang ini. Karena siswa banyak yang mengeluh  pusing, dan sempat muntah-muntah akhirnya  terpaksa dipulangkan lebih  awal.

“Seharusnya murid kelas empat sampai dengan enam pulang pukul  setengah  dua siang, tapi karena takut terjadi sesuatu kami memulangkan  sekitar pukul setengah dua belas,” ujarnya sambil menutup hidung.

Dia mengungkapkan, selama ini JOB PPEJ tidak pernah mensosialisasikan  adanya kegiatan  pembakaran di Pad B  untuk uji kandungan sumur atau walk over. Selain itu, warga sekolah tidak pernah mendapatkan  bantuan seperti masker atau sekedar obat-obatan.

“Kami harus bagaimana ya, Mbak, supaya operator itu memperhatikan hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, bau busuk seperti gas bercampur kotoran juga dirasakan beberapa warga di  RT 4  RW  02  yang  lokasinya  berdekatan  dengan  pengeboran.  Sebagian warga telah  menggunakan  masker  pemberian  JOB PEJ,  sebagian lagi tidak. Kebanyakan balita digendong orangtuanya ke luar  rumah supaya tidak terlalu banyak menghirup bau tersebut.

“Kalau dibawa ke luar masih lumayan kena angin, di dalam rumah itu  baunya menyengat  sekali,”  kata  Kartini  sambil  menggendong  anaknya  yang berusa 5 tahun.

Sedangkan Field Administration Superintendant JOB PPEJ,  Basith Syarwani,  saat dikonfirmasi mengaku berada di Jakarta dan belum  mengetahui kondisi di lapangan saat ini.

“Tolong hubungi yang di lokasi ya, saya masih off di Jakarta,” ujarnya  singkat melalui pesan pendek. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   JOB P-PEJ : Kebocoran Gas Masih Diselidiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *