JOB P-PEJ : Kebocoran Gas Masih Diselidiki

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Operator Migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOB P-PEJ), menegaskan, insiden bau menyengat dari sumur SKW#21 Pad A pada Jumat (24/4/2015) malam kemarin, tidak ada korban jiwa dari pekerja internal.

“Untuk warga sendiri sudah tertangani, karena sebelum kejadian sudah pernah melakukan pelatihan tanggap darurat,” kata Senior and relations security JOB P-PEJ, Yoga S Utomo kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/4/2015).

Secara tekhnis, lanjut Yoga, penyebab kebocoran gas masih dalam tahap penyelidikan. Namun kondisi sekarang ini pada sumur SKW 21 sudah terkendali dan masih ditutup.

“Untuk produksi di sumur Pad A masih berjalan,” ujarnya.

Yoga menyampaikan, kejadian bermula ada pengukuran secara rutin. Pada saat sumur-sumur di Pad A tengah dilakukan evaluasi yang dilakukan satu tahun sekali terjadilah kebocoran gas tersebut.

“Evaluasi itu dilakukan untuk peningkatan produksi,” kata Yoga.

Dia menyatakan, upaya evaluasi ini untuk meningkatkan produksi sumur yang terus menurun. Produksi dari sumur itu sekarang ini dari 20 ribu barel per hari (bph) menjadi 44 ribu bph seperti pada tahun 2012 silam.

Baca Juga :   Pengangkutan Minyak TBR Kembali Normal

“Total di Sukowati ada 30 sumur,” tegasnya.

Disinggung terkait kompensasi, Yoga menyatakan, hal itu ada aturannya sendiri. Tidak bisa langsung memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak, karena harus mengikuti prosedur yakni UKL-UPL. Apalagi selama ini sudah ada program corporate social responsibility (CSR) ke masyarakat.

“Kejadian ini baru pertama kali di Pad A,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *