SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Komisi A dan B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja ke Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Jumat (14/11/2014). Ada dua agenda yang diusung alat kelengkapan dewan melakukan lawatannya ke pemerintah pusat yakni tentang tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam dan prognosa lifting migas untuk Bojonegoro tahun 2015.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito menyampaikan, maksud kunjungan kerja tersebut untuk menanyakan kelanjutan dari Tukar Guling Tanah Kas Desa (TKD) di Desa/Kecamatan Gayam yang digunakan proyek pengembangan produksi puncak minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang hingga kini belum kunjung terselesaikan.
“Kami ingin memastikan ke SKK Migas kendala apa yang dialami sehingga pelaksanaan tukar guling TKD belum tuntas sampai sekarang,†ujar Politisi Partai Gerinda itu.
Sedangkan kunjunganh Komisi B DPRD Bojonegoro untuk berkoordinasi dan berkonsultasi terkait prognosa lifting migas tahun 2015 kepada SKK Migas. Hal ini dikarenakan, DBH Migas tahun 2015 mendatang yang diprediksi mendapatkan Rp 879 miliar salah satunya dari Blok Cepu tidak akan tercapai.
“Kami akan menanyakan realisasi terbaru yang diterima Bojonegoro,†kata Sekretaris Komisi B, Ali Mahmudi.
Sementara itu, Kepala Humas SKK Migas, Rudianto Rimbono, membenarkan adanya kunjungan kerja dari Komiai A dan B Bojonegoro untuk membicarakan perkembangan industrilisasi migas salah satunya masalah TKD.
“Yang jelas untuk TKD ini akan segera diselesaikan, dan kami kira tidak ada kendala. Hanya perlu komunikasi saja,†ujar Rudianto melalui pesan pendek kepada suarabanyuurip.com. (rien)