HTI Sebut Rezim Jokowi Neoliberalisme

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Gelombang unjuk rasa menentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi terus dilakukan berbagai elemen masyarakat. Kali ini, penolakan itu dilakukan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Blora, Jawa Tengah, Jum’at (14/11/2014).

Mereka melakukan aksidi di depan Gedung Sekretariat Daerah Blora sambil membentang poster dan spanduk yang berisi penolakan kenaikkan harga BBM bersubsidi. Sejumlah tulisan itu diantaranya berisi “Tolak Liberalisasi Migas”, “Naikkan BBM, Bukti Rezim Jokowi neolib”, “BBM Naik, Rakyat Sengsara Asing Gembira.”

Koordinator Aksi, Sujatmiko, menegaskan, logika subsidi adalah menipu dan menyesatkan. Sehingga rencana kenaikan harga BBM adalah kebijakan dzalim yang akan menyengsarakan rakyat. Apalagi kenaikan itu dilakukan ditengah kesulitan hidup seperti yang dialami masyarakat saat in.

Jika itu tetap dipaksakan pemerintah, lanjut dia, bisa mendorong gejolak sosial di masyarakat akibat tekanan ekonomi yang dirasakan oleh jutaan masyarakat miskin. “Rencana kenaikan harga BBM adalah kebijakan dzalim,” tands Jatmiko

Menurut dia, dengan naiknya harga BBM, rakyat akan semakin menderita dan negara asing bertambah senang. Untuk itu pihaknya meminta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membatalkan rencana kenaikan harga BBM.

Baca Juga :   Rayakan Imlek, Rumah Warga Tionghoa Disatroni Maling

“Kami mendesak pemerintah membatalkan rencana itu,” tandas Sujatmiko.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *