SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Tidak sampai 60 menit 1 ton beras yang disediakan panitia pasar murah Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, ludes dibeli warga Desa Sekaran,Kecamatan/Sekaran. Nasib yang sama dialami komoditas lain yang dijual jauh di bawah harga pasar tersebut.
Suwati (48) mengaku tertarik membeli beras di pasar murah tersebut karena memang harganya jauh di bawah harga di pasaran. Itupun beras yang dijual di pasar murah berkualitas baik dan dalam kemasan plastik yang bersih.
 “Mumpung murah mas, saya beli satu bungkus beras isi 5 kilogram ini. Disini dijual hanya Rp 6.400 perkilogram. Padahal kalau diluar harga beras ini bisa mencapai Rp 8.500 perkilogram,“ sebut Suwati sambil menggendong kemasan berasnya.
Disebutkan oleh Plt Kepala Diskopindag Setyo Basuki melalui Kabag Humas Pemkab Lamongan Mohammad Zamroni, Sabtu (15/11/2014), selain sebanyak 1 ton beras dalam kemasan 5 kilogram, dia juga menjual gula pasir sebanyak 500 kilogram dalam kemasan 2 kilogram, minyak goreng 500 liter dalam kemasan botol 2 liter dan sebanyak 40 dus mi instan.
Harga jualnya sengaja ditetapkan dibawah harga pasar untuk membantu meringankan kebutuhan ibu-ibu di pedesaan. “Ada subsidi harga untuk setiap komoditi yang kami jual sehingga harganya lebih murah dibanding harga pasaran, “ ujarnya.
Untuk gula pasir dengan kualitas baik, di pasar murah dijual dengan harga Rp8.00 per kilogram, sementara harga di pasaran bis amencapai Rp12.000 per kilogram. Kemudia minyak goreng kemasna botol yang dipasaran harganya mencapai Rp11.500 per liter, di pasar murah harganya Rp9.000 perliter. Sedangkan mi instan yang harga pasarannya Rp1.800 per bungkus, dijual dengan harga Rp1.500 per bungkus.(tok)