SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Meski sudah beberapa kali turun hujan deras, namun sejumlah wilayah di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih mengalami kesulitan air bersih. Hal ini dikarenakan kantong-kantong air bersih di wilayah kekeringan masih belum terisi.
“Sehingga warga masih membutuhkan dan antri bantuan air bersih,†kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, Senin (17/11/2014).
Menurut dia, hujan yang terjadi baru beberapa hari kemarin belum bisa mengisi kembali cadangan air bawah tanah.  “Karena kemarin sempat berkurang debit airnya,†lanjut Joko.
Kendati demikian, sudah ada 3 kecamatan dari 9 kecamatan yang dilanda kekeringan menunda permintaan bantuan air bersih setelah wilayahnya diguyur hujan dengan intensitas cukup deras.Â
“Tiga kecamatan dipending karena sudah intens turun hujan, yaitu Kecamatan Soko, Rengel, dan Grabagan,†kata Joko.
Sementara 6 kecamatan lain masih menggantungkan bantuan air bersih dari pemerintah. Yaitu Kecamatan Parengan, Kecamatan Semanding, Kecamatan Kerek, Kecamatan Montong, Kecamatan Senori dan Kecamatan Bangilan.
Disinggung besarnya anggaran bencana kekeringan yang sudah dikeluarkan BPBD, Joko Ludiyono belum menjawab secara detail. Alasannya masih melakukan penghitungan lantaran dropping air bersih masih terus dilakukan.
“Belum saya hitung mas, karena masih ada wilayah yang masih kita dropping,†tandasnya.(edp)