SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Masih terkatung-katung penyelesaian tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam seluas 13,2 hektar untuk proyek Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memantik reaksi warga sekitar.
Mereka mengingatkan agar pihak terkait untuk segera menuntaskan tukar guling TKD Gayam yang menjadi bagian enam isu sosioekonomi tersebut. Sebab enam masalah sosial ekonomi itu telah disepakati bersama sejumlah pemerintah desa sekitar pemboran dengan operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (MCL) sejak 2011 silam.
Saat ini, TKD Gayam itu telah digunakan untuk proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip.
Warga Desa Gayam, Mahmudi, mengaku menyanyangkan belum selesaianya TKD Gayam yang menjadi bagian dari enam isu sosioekonomi.
“Seingat saya sudah sekitar tiga tahun proses TKD Gayam ini berjalan tapi kok belum selesai sampai sekarang. Ini kan lucu. Padahal sumur Banyuurip, Blok Cepu sudah berhasil diproduksi,” kata Mahmudi kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/11/2014).
Dia menilai, leletnya penyelesaian tukar guling TKD Gayam ini dikarenakan kurangnya komitmen dari pihak terkait atas kesepakatan yang sudah disetujui bersama.
“Saya yakin, jika tidak saling lempar tanggungjawab dan ada niat serius untuk menyelesaikannya pasti permasalahan ini bisa segera selesai,” tegas Mahmudi.
“Saya ini hanya mengingatkan sebelum permasalahan semakin berkepanjangan dan menganggu pelaksanaan proyek,” lanjut Ketua PAC Demokrat Gayam itu.
Terpisah, Ketua LSM Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MSTPM), Parmo, menambahkan, dengan belum terselesaikannya TKD Gayam tersebut tentunya jelas ada pihak yang dirugikan. Yakni Pemdes Gayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dan pemerintah pusat.
Parmo mencontohkan, seperti perangkat desa yang seharusnya menerima haknya hingga saat ini belum menerima karena proses tukar guling TKD belum juga rampung.
“Padahal, sumur minyak yang masuk di we’ll pad C telah diproduksi dengan kisaran 10 ribu barel per hari. Solusinya kalau mau ditukar guling ya segera saja. Jangan diulur-ulur sehingga tidak membuat suasana menjadi tambah panas,” tegas Parmo.(sam)