SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pertemuan antara Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2045 dengan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang difasilitasi Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) di kantor EMCL di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Selasa (18/11/2014) menemui jalan buntu.
Pada pertemuan itu EMCL belum mengabulkan tuntutan Koalisasi Pemuda untuk Banyuurip 2045 sesuai dalam petisinya yang berisi tidak memperpanjang kontrak CV Monek yang mengerjakan perawatan di Blok Cepu dan menyerahkannya kepada pemuda atau perusahaan lokal sekitar pemboran. Â
“Kami dan teman-teman koalisi pemuda untuk Banyuurip 2045 akan terus berjuang sampai apa yang kami tuntut dikabulkan. Dengan cara apapun pasti akan kami lakukan. Terpenting kami tidak meyalahi aturan yang ada,” kata Koordinator Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2045, Nur Chamid kepada suarabanyuurip.com, seusai pertemuan.
Menanggapi hal itu, Public & Government Affairs SKK-Migas Perwakilan Jabamanusa, Priandono Hernanto, menyaran kepada Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2045 mengikuti tender sesuai aturan yang berlaku dan mengikuti program pendampingan pemberdayaan masyarakat melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pijar yang didirikan mereka.
“Kami juga menyarankan agar operator dan kontraktornya untuk lebih meningkatkan koordinasi yang baik dengan pemuda sekitar Blok Cepu,” kata Priandono usai pertemuan,
Menurut dia, sebagai mediator SKK Miga akan memberikan masukan kepada kedua belah pihak untuk menemukan solusi dan kesepakatan bersama.
Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, mengatakan, bahwa diskusi yang dilakukan dengan Koalisi Pemuda untuk Banyuurip 2014 ini sudah biasa lakukan.
“Jadi Kami selalu siap diajak koordinasi kapan saja. Karena ini disikusi tentunya tidak ada kata-kata detloc atau tidak, Mas,” tegas Rexy Mawardijaya.(sam)