10 Hari, Penyebab Kebakaran di PT Gasuma Belum Terungkap

Kasatreskrim Polres Tuban

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Sudah 10 hari berjalan sejak terjadi kebakaran di luar pagar PT Gasuma Federal Indonesia pada 19 Juni 2018 lalu, namun pihak kepolisian juga belum mengungkap penyebabnya. Versi Polres Tuban, Jawa Timur, sumber api terungkap setelah semua pihak terkait dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Pihak terkait belum kita panggil semua,” ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Iwan Hari Poerwanto, kepada suarabanyuurip.com saat dikonfirmasi di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Kamis (28/6/2018).

Iwan menegaskan, baru manajemen Gasuma yang dipanggil Polres Tuban untuk mengungkap akar rumput dari kebakaran yang menghanguskan dua motor petani Desa Sokosari, Kecamatan Soko. Untuk pihak petani saksi di lokasi kejadian, akan segera dipanggil.

Untuk proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), seketika dilakukan petugas Polres Tuban di lokasi setelah pemadaman selesai. Dua motor juga disita untuk menjadi Barang Bukti (BB) kebakaran.

“Kita akan terus berusaha mengungkap kasus ini,” jelasnya.

Dikonfirmasi soal pemanggilan di Polres, HRD & GA Manager PT Gasuma Federal Indonesia, Andi Cahaya Nugroho, enggan menjawab konfirmasi suarabanyuurip.com. Dia hanya menjawab dengan senyuman melalui pesan WA.

Baca Juga :   MCL Kelola Pengembangan Lapangan Cendana

Sebelumnya, nanajemen PT Gasuma Federal Indonesia mengakui insiden kebakaran hari Selasa (19/6) sekitar pukul 07:30 WIB di luar pagar tepatnya di saluran pembuangan air ke selokan merupakan kejadian pertama sejak 2008 silam. Perusahaan swasta yang mengelola gas flare dari Control Processing Area (CPA) Lapangan Migas Mudi, Blok Tuban itu langsung melakukan investigasi internal berupa mengecek laporan CCTV, departemen HSE, laporan operasional, dan klinik.

Usai rapat internal dengan manajemen, Andi sapaan akrabnya langsung menjalin komunikasi dengan media dan stakeholder terkait. Selain melakukan investigasi internal, manajemen juga belum bisa memberikan statmen soal penyebab kebakaran karena masih menunggu hasil lidik kepolisian.

Terkait pemberitaan limbah, sebenarnya proses pemisahan air dan gas sudah menggunakan teknologi canggih dan ditempatkan di penampungan khusus. Air itu akan dialirkan keluar melalui selokan. Sedangkan gasnya dipisahkan yang disebut kondensat (sejenis karbon monoksida kalau terkena udara akan hilang).

Pria humanis ini juga menyebut, kalau tadi dikabarkan sempat ada ledakan. Ledakan tersebut bisa saja terjadi, kalau ada gas dan api. Oleh karena itu, pihaknya akan menyelidiki apakah di air selokan benar ada gas atau tidak. Kendati demikian, secara logika itu tidak mungkin.

Baca Juga :   Akan Daftarkan Penambang ke BPJS Kesehatan

Lebih dari itu, dua unit motor yang hangus perusahaan siap menggantinya. Prinsipnya itu akan diganti apabila, kebakaran itu murni kesalahan Gasuma. Warga tidak usah khawatir, jika Gasuma salah pasti akan diganti. Bentuknya santunan atau kompensasi. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *