FSO Gagak Rimang Disosialisasikan

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kapal Penyimpanan dan Alir Muat Terapung, Floating Storage Offloading (FSO) Gagak Rimang dan menara tambat yang terapung di perairan laut Tuban, Jawa Timur disosialisasikan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), ExxonMobil Cepu Limited (EMCL),di Hotel Mustika, Jalan Patimura, Tuban, Selasa (18/11/2014).

Dalam sosialisasi dijelaskan kapal tangker raksasa yang menampung minyak mentah dari Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro itu merupakan bagian penting menuju produksi puncak yang dioperatori EMCL pada tahun 2015 mendatang.

“FSO ini merupakan bagian penting sebagai tempat penyimpanan sementara aliran minyak mentah dari Kabupaten Bojonegoro,” kata Deputi Development Manager EMCL, Elviera Putri, dalam sambutannya.

Gagak rimang, sebagai tempat penyimpanan sementara sekarang sudah berada di 24 kilometer perairan utara (Kecamatan Palang Kabupaten Tuban). FSO itu ditambatkan pada menara mooring tower (menara tambat) yang dapat berputar 360 derajat untuk menyesuaikan arah angin.

Interface Manager EPC 3 dan 4, Rolet Sinaga, dalam presentasinya menjelaskan, kalau FSO Gagak Rimang di laut utara bertetangga dengan FSO Cinta Natomas (dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java).

Baca Juga :   Pengajuan IMB Proyek Blok Cepu Tidak Sesuai Perda

Rolet mengatakan, setiap 4 hari sekali akan ada kapal pengangkut yang akan datang dan mengambil minyak mentah dari penyimpanan sementara ini (Gagak Rimang). Bahkan besar kapal pengangkut ini setara dengan FSO Cinta Natomas milik JOB PPEJ.

“Jadi situasi di sekitar mooring tower akan ramai,” kata Rolet Sinaga.

Selain itu, lokasi ini juga dilengkapi dengan rambu-rambu untuk lalu lintas air. Tepatnya persis berada di lokasi masuk pipa di pantai Palang, persilangan di kilometer 13, dan juga di posisi mooring tower.

“Ini adalah obyek vital dan asset dari pemerintah yang harus kita jaga bersama,” tandas Rolet.

Sosialisasi dihadiri Kepala Bappeda Tuban Budi Wiyana, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sunarto, Kepala Badan Lingkungan Hidup Moelyadi, Camat Palang, Camat Jenu, Camat Tuban, Camat Tambakboyo, Camat Bancar, Kepala Desa sekitar lokasi, perwakilan SKK Migas, Perwakilan Satkamla Lantamal V Surabaya dan Kamladu, serta perwakilan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan juga Rukun Nelayan (RN).

Diketahui, FSO Gagak Rimang mampu menyimpan minyak mentah sebesar 1,7 juta barel. Dipersiapkan untuk menunjang produksi puncak Lapangan Banyuurip yang ditargetkan mencapai 165 Bph.(edp)

Baca Juga :   ICP Februari 2023 Naik US$0,94 Per Barel

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *