SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan hari ini, Selasa (18/11/2014) mengalami penurunan hingga 20 persen paska kenaikan BBM. Penurunan ini dikarenakan masyarakat sudah mengsisi penuh kendaraanya sebelum pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM pada Senin tengah malam kemarin.
Dari pantauan, beberapa SPBU di Jalan Nasional Babat-Lamongan terlihat lengang dari antrean kendaraan baik roda empat maupun motor. Kendati demikian di setiap SPBU satu petugas kepolisian terlihat berjaga.
“Sejak pagi pembeliannya sepi mas. Perkiraan turun hingga 20 persen,” kata salah satu operator di SPBU Turi yang enggan menyebutkan namanya.
Pemandangan serupa terlihat di tiga SPBU di Kecamatan Babat. Di SPBU Plaosan, Sumurgenuk dan Banaran para operator terlihat santai melayani konsumen yang hendak mengisi bahan bakar. Sementara petugas kepolisian dari Polsek Babat lebih memilih duduk di kantor SPBU.
Menurut pengawas SPBU Plaosan, Ridwan, berkurangnya pembelian BBM jenis solar dan premium hari ini diperkirakan karena warga sudah mengisi penuh kendaraan sejak semalam.
“Semalam dari pukul 21.30 hingga tengah malam paska pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, SPBU dipadati pembeli baik motor maupun mobil,” ujar Ridwan, mengungkapkan.
Padatnya pembeli menjadikan antrean kendaraan mengular hingga di luar area SPBU. Meski terjadi antrean panjang tidak sampai terjadi kegaduhan.
“Tidak sampai terjadi kericuhan mas. Semua kendaraan bisa terlayani karena stoknya mencukupi,” kata Ridwan.
Untuk pengamanan semalam satu regu petugas dari Polres lamongan langsung turun ke SPBU Plaosan.
Menariknya, saat tepat pukul 00.00 dimana harga BBM mulai berganti harga dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp8.500 untuk jenis premium dan solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 puluhan motor dan mobil masih mengantri di SPBU. Mereka tetap membeli bahan bakar dengan harga yang baru.
“Saat pergantian harga baru operator harus berhenti sekitar 15 menit untuk mengatur mesin dispenser dengan harga yang baru. Pembeli tetap sabar menunggu,” cetus Ridwan.(tok)