Selain Mahal, Nelayan Takut BBM Langka

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubisidi sejumlah Rp2 ribu per liter pada malam kemarin, memantik reaksi nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Karena selain akan menjadikan biaya melaut membengkak, juga memunculkan kekhawatiran ketersedian BBM bagi nelayan tak tercukupi.  

Tokoh nelayan di Kabupaten Tuban, Faishol, mengatakan jika kenaikan harga BBM bersubsidi ini sangat berdampak bagi kehidupan nelayan. Tetapi ketersediaan stok BBM untuk nelayan adalah hal yang paling penting.

“Harga BBM naik tentu berdampak, tetapi ini sudah menjadi ketetapan dari pemerintah pusat mau apa lagi?” kata pria yang juga menjadi pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Tuban ini.

Kendati demikian ada hal yang lebih penting dipikirkan, yaitu ketersediaan stok solar bagi para nelayan untuk melaut. Kelangkaan ini apabila terjadi akan lebih menyiksa nelayan karena sudah tidak bisa beraktivitas lagi.

“Banyak nelayan yang melaut hanya beberapa kali saja dalam sebulan, penyebabnya ya tidak ada solar,” kata Faishol.

Baca Juga :   Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Pemuda di Bojonegoro Meninggal

Kaji Faishol, begitu nelayan kerap memanggil, mengatakan, nelayan sering hanya menelan ludah karena justru tidak ada BBM pada saat musim tangkap ikan. Hal ini sudah berulang kali terjadi di Tuban.

Sementara fungsi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Tuban, menurut dia, belum maksimal. Lantaran baru beberapa saja SPBN yang berfungsi, yaitu SPBM di Kecamatan Bancar dan Kecamatan Jenu.

“Sementara di Kecamatan Palang juga belum berfungsi sampai sekarang,” ujar dia, menjelaskan.

“Pemerintah harus tahu, kalau tidak hanya kenaikan BBM tetapi juga ketersediaan stok BBM untuk nelayan,” tandas Faishol.

Sebagaimana diketahui, mulai hari ini, Selasa (18/11/2014), pemerintah resmi menaikkan harga BBM subsidi Rp2 ribu per liter. Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harga yang berlaku menjadi 8.500 per liter dari sebelumnya 6.500 per liter untuk premium. Sementara solar, harga naik menjadi 7.500 perliter dari sebelumnya 5.500 per liter.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *