SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Paska pengumuman resmi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah pada Senin (17/11/2014) pukul 00:00 WIB, tak membuat pasokan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kekurangan.
Di SPBU Dusun Ndangkep, Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, pasokan BBM jenis premium masih stabil. Hanya saja pasokan BBM jenis solar di SPBU yang tak jauh dari proyek Banyuurip, Blok Cepu, itu mengalami kekurangan karena keterlambatan pengiriman.
“Solar sudah habis sejak kemarin sore jam 5,” kata salah satu operator SPBU Ndangkep, Warjo kepada suarabanyuurip.com, Selasa (19/11/2014).
Dia mengatakan, sampai saat ini kondisi pembelian BBM masih belum ada peningkatan. Sebagian besar pembeli adalah pengendara sepeda motor. Sedangkan untuk pedagang eceran belum ada pembelian secara siknifikan.
“Sementara belum ada peningkatan masih biasa-biasa saja. Bahkan, cenderung ada penurunan,” ujar Warjo.
Ia mengungkapkan, penuruan penjualan itu dilihat pasokan BBM yang terjual. Biasanya setiap hari SPBU Ndangkep bisa menghabiskan 3-4 ton permium. Namun hari ini baru 1,5 ton satu sif.Â
“Sementara belum ada tambahan pasokan dari Pertamina, dan untuk solar kami sudah berkomunikasi tinggal menunggu saja,” imbuh Warjo.(sam)