SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai dirasakan masyarakat. Selain pedagang sembako menaikan harga dagangannya, para sopir mobil penumpang umum (MPU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menaikan tarifnya hingga 30 persen.
Kenaikan tariff MPU ini terjadi pada Selasa (18/11/2014) atau sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak semalam. Para sopir angkutan umum mulai memberlakukan tariff baru bagi penumpang.
Padahal paska kenaikan harga BBM ini belum ada ketentuan resmi dari Dinas Perhubungan setempat tentang kenaikan tarif MPU. Namun sejak tadi pagi sopir MPU semua jurusan di Lamongan serempak menaikkan tarif penumpang.
“Harga solarnya naik mas. Jadi tarif angkutannya juga naik,” kata sopir trayek Babat-Lamongan, Sopyan.
Para sopir mengaku terpaksa dilakukan untuk menutupi harga premium yang telah dinaikan pemerintah sejak semalam. Jika tarif penumpang tidak dinaikkan dirinya khawatir akan rugi.
Tentang besaran kenaikan tariff menurutnya tidak ada kesepakatan resmi antar sesama sopir. Prosentase kenaikan tarif ditentukan berdasarkan kalkulasi masing-masing sopir.
“Ya di kira-kira sendiri kenaikan tarifnya, mas. Asal tidak sampai tambel saja,” ujar Sopyan, mengungkapkan.
Jika sebelum ada kenaikan harga BBM tarif Babat-Lamongan senilai Rp7000 hari ini berubah harga menjadi Rp 10.000. Rute pendek lainnya kenaiknya berkisar Rp30 persen.
Banyak penumpang yang terkejut dengan kenaikan tarif tersebut. Saat membayar ongkos, kernet MPU minta tambahan uang.
“Ya kaget mas. Biasanya Pucuk-Babat Rp4000 tadi ditarik Rp6 ribu,” cetus salah satu penumpang Karyo.
Semula Karyu sempat mengkomplain tidak mau menambah ongkos tapi kernet mengancam akan menurunkannya ditengah jalan sehingga terpaksa menambah ongkos.
Sementara tarif untuk pelajar yang hanya membayar setengah harga naik antara Rp500-Rp1000. “Biasanya cuma bayar Rp1500. Tadi ditarik Rp2000, pak,” timpal Tiara pelajar MTsN Babat yang tinggal di Desa Moropelang.
Berbeda dengan pelajar lainnya Wina. Biasanya dia hanya membayar ongkos Rp2000 dari pertigaan Sukodadi-SMPN 1 Babat saat tadi ditarik Rp3000.
Kepala Dinas Perhubungan Lamongan Bambang Hadjar Purwono dikonfirmasi melalui ponselnya tentang kenaikan tarip MPU tersebut, hingga berita ini ditulis belum memberikan jawaban.(tok)