SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Hujan yang mengguyur Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, beberapa minggu terakhir ini tidak menjadikan warga bebas dari kesulitan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) setempat masih rutin melakukan dropping (pengiriman) air ke wilayah wilayah yang dilanda kekeringan.
Setidaknya masih terdapat 10 desa di tiga kecamatan yang setiap hari masih mendapat droping air bersih dari BPBD Lamongan. Tiga kecamatan rawan air bersih tersebut yaitu Kembangbahu, Sarirejo dan Lamongan kota.
“Setiap desa mendapat droping air 2-3 rit perhari. Kapasitas air 6000 liter perperit,†kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto kepada suarabanyuurip.com, Rabu (19/11/2014).
Kekeringan yang terjadi di 3 kecamatan tersebut disebabkan karena hujan yang turun di Lamongan dalam dua minggu ini tidak merata. Curah hujan juga masih rendah.
Di banding tahun 2013 lalu, kekeringan di Lamongan ini lebih luas dan lebih lama waktunya dikarenakan kemarau yang terjadi lebih panjang. Sedikitnya terdapat 38 desa yang mengalami krisis air bersih. Akibatnya anggaran BPBD dari APBD Lamongan sebesar Rp50 juta tidak mencukupi.
“Karena anggaran tidak mencukupi kami mengajukan bantuan ke BPBD Provinsi melalui pos dana tak terduga,†ujar Suprapto, mengungkapkan.
Bantuan yang diterima dari provinsi berupa air bersih sebanyak 500 rit yang jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp100 juta.(tok)
Â