SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Entah setan apa yang merasuki pikiran Yamidi, (42), warga Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nekad merampas keperawaan anak kandungnya sendiri, LA, (14), hingga berbadan dua. Setelah ketahuan menghamili anaknya yang masih di bawah umur, pelaku kabur dan sekarang masih menjadi buronan polisi.Â
Informasi diperoleh di Mapolres Bojonegoro, Kamis (20/11/2014), menyebutkan, perbuatan asusila itu dilakukan pelaku pada tanggal 11 Juni 2014 sekira pukul 20.00 WIB lalu. Saat itu, korban sedang tidur dikamarnya sendirian, sementara ibunya sedang membantu memasak dirumah tetangganya yang punya hajat.
“Melihat anaknya sendirian tidur di kamar, pelaku langsung menaiki korban dan ingin memperkosanya, sehingga korban kaget dan berteriak minta tolong,” kata Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP Marjono.
Karena mencoba melawan, lanjut Marjono, pelaku langsung menampar dan memukul korban. Sehingga gadis pertama dari dua bersaudara itu jatuh pingsan, dan kemudian pelaku melampiaskan sahwatnya  hingga korban yang masih duduk di bangku kelas 3 di salah satu sekolah menengah di wilayah Margomulyo itu diketahui telah mengandung lima bulan. Marjono menduga, perbuatan itu dilakukan pelaku tidak hanya sekali.Â
“Semula ibunya tidak tahu, korban pun tidak pernah bercerita kepada siapapun. Baru beberapa hari kemarin orang tua korban diberitahu pihak sekolah bahwa korban setiap upacara selalu pingsan,” lanjutnya.
Mendapati laporan dari pihak sekolah, lanjut Marjono, Yamidi datang ke sekolah sendirian sementara ibu korban, Warti (33), menunggu kabar di rumah. Namun setelah dari sekolah Warti diberitahu bahwa korban hanya terserang sakit magh. Namun Warti tak percaya dan disarankan keluarga yang lain memeriksakan anaknya ke dokter. Hasilnya korban dinyatakan telah hamil.
“Kemudian korban ditanya ibunya, siapa yang menghamili, korban menjawab yang menghamili adalah bapaknya sendiri,” tambahnya.
Mengetahui anaknya dihamili bapaknya, ibu korban, Warti (33) geram dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bojonegoro untuk ditindak lanjuti. Namun, sebelum ibu korban melapor ke polisi, pelaku sudah terlebih dahulu kabur.
“Pelaku sudah kabur, sekarang masih kita lakukan pencarian dengan bekerjasama seluruh Polsek jajaran,” pungkasnya.(rien)