SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Jembatan Padangan – Kasiman tepatnya di Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, yang melintang di atas Sungai Bengawan Solo, Kamis (20/11/2014).
Ketua DPRD, Mitroathin, menyatakan, sidak dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan proyek yang ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Selain itu, untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan terlebih memasuki musim penghujan.
“Jangan sampai di musim penghujan ini pekerjaan jadi terhambat,” kata Mitro’atin di sela-sela sidak.
Politisi Partai Golkar ini meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PT Hutama Karya (HK), pelaksana proyek, untuk menyelesaikan jembatan yang kini mencapai 85 persen. Karena sesuai jadwal, awal Januari harus bisa dioperasikan.
Mitroatin juga menegaskan, pihaknya tidak ingin proyek yang menelan anggaran Rp 36 miliar ini tidak tercapai karena sudah dianggarkan tahun 2014. Sementara tahun depan, DPU mengajukan lagi sebesar Rp 12 miliar untuk penyelesaian akhir jembatan.
“Kalau bisa ya harus selesai tahun ini, jangan sampai tidak,â€imbuhnya.
Sementara itu, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Jembatan DPU Bojonegoro, Ivan, menyatakan, telah memerintahkan mitranya yakni PT HK untuk segera menyelesaikan sisa pekerjaan terlebih musim penghujan telah tiba.
“PT Hutama Karya sudah mempekerjakan kurang lebih 50 orang secara lembur untuk mengebut penyelesaian jembatan,†sambung Ivan memberikan penjelasan.
Jembatan Kasiman-Padangan ini nantinya akan membuka kran isolasi warga yang berada di sisi utara Bojonegoro. Dengan jembatan itu masyarakat tidak perlu lagi berputar arah yang jaraknya puluhan kilo hanya untuk menyeberangi sungai Bengawan Solo.
Jembatan yang menjadi salah satu mega proyek di Bojonegoro ini ditargetkan selesai pada Desember mendatang dengan kapasitas kendaraan adalah kelas III dengan panjang 200 meter dan lebar 7 cm.(rien)