SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Penambahan tenaga kerja (Naker) baru di proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Egineering, Procurement and Construction/EPC) -1 Banyuurip, Blok Cepu oleh subkontraktor PT Tripatra Engineers & Constructors, dikeluhkan Paguyuban Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Alasannya, penambahan naker baru yang rata-rata berasal dari luar daerah itu tidak melalui kades setempat.
Padahal sebelumnya kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu telah menginformasikan kepada kades di sekitar proyek EPC-1 Banyuurip tidak lagi menerima naker baru. Bahkan akan melakukan pengurangan naker karena aktifitas pekerjaan sudah mulai berkurang. Namun pada kenyataannya Tripatra melalui subkontraktornya masih menambah naker baru.
“Humasnya Tripatra pernah ngomong sendiri kepada kami seperti itu. Tapi kenyataanya malah nambah karyawan baru dari luar daerah tanpa sepengetahuan Kades. Ini kan aneh dan membingungkan,” kata Ketua Forum Paguyuban Kades se Kecamatan Gayam, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (22/11/2014). Â
Kepala Desa Katur itu menjelaskan, pada waktu pertemuan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, penerimaan tenaga kerja harus lewat atau mengetahui Kades. Akan tetapi dalam realitanya tak sesuai dengan pertemuan semula.
“Jadi perlakuan humas tersebut tidak mengindahkan kesepakatan. Saya minta, tolong pihak EMCL maupun dinas terkait mohon untuk ditindak lanjuti terkait hal tersebut,” imbuhnya Sukono.
Juru Bicara PT Tripatra, Budi Karyawan masih berupaya dihubungi terkait keluhan paguyupan kepala desa di Kecamatan Gayam. Beberapa kali telepon genggamnya dihubungi sedang tidak aktif. (sam)