SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak mempengaruhi pengojek yang mangkal di sekitar lapangan minyak Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu, tepatnya di POS Ojek depan Kantor Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka tetap tak menaikkan tarif ojeknya, meski harga premium atau bensin naik Rp2 ribu per liter.
“Tarif ojek masih biasa seperti semula tidak ada kenaikan,” kata Dairin, salah satu pengojek setempat kepada suarabanyuurip.com, Minggu (23/11/2014).Â
Dia mencontohkan, untuk tarif ojek dari Ngasem ke kota Bojonegoro ongkasnya masih tetap sama Rp30.000.
Warga yang berdomisili di Dusun Besaran, Desa Ngasem, mengaku, tak menaikkan tarif ojek karena sesuai rincian masih ada keuntungannya. Lain itu, juga tidak tega dengan warga kalangan bawah dengan kenaikan BBM jika ongkos ojek dinaikan pula.
“Ya kasihan lah kalau kita ikut-ikutan menaikan, Pak. Karena, Bojonegoro – Ngasem juga tidak menghabiskan 1 liter bensin. Kecuali kalau sudah ada penetapan tarif angkutan ojek naik dari pemerintah ya apaboleh buat kami juga ikutin juga,” ujar Darin.
Sama dengan Darin, penjual es buah di wilayah setempat juga tak menaikkan harga dagangannya. Meskipun saat ini sudah ada beberapa harga buah yang mulai naik.
“Tetap saya jual Rp4000 per porsi. Meskipun harga buah anggur dan sebagainya sudah naik,” sambung Mursidik penjual Es Sop Buah di pangkalan ojek Ngasem ini.(sam)