SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) dikabarkan tengah menyelidiki dana program corporate social responsibility (CSR) yang digulirkan Operator Migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) kepada desa sekitar pengeboran yang ditengarai bermasalah.
Dari beberapa item program CSR yang digulirkan beberapa tahun terakhir yang menjadi bidikan BPK adalah sponsorship pagelaran Wayang Golek di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada bulan Agustus 2014 lalu.
Sumber yang didapat suarabanyuurip.com menyebutkan, ada beberapa item lainnya yang menjadi sorotan BPK. Meskipun belum ada kepastian ada tidaknya penyimpangan, namun hal tersebut cukup membuat JOB P-PEJ berhati-hati dalam menggulirkan bantuan sekarang ini.
“Ada beberapa item bantuan CSR yang tengah disoroti BPK, makanya JOB P-PEJ sekarang ini tidak lagi memberikan kompensasi berupa uang seperti dulu,” kata narasumber yang mewanti-wanti tidak disebutkan identitasnya tersebut dengan alasan keselamatan.
Dikonfirmasi terpisah, Field Administration Superintendant, JOB P-PEJ, Basith Syarwani, membantah keras adanya kabar BPK tengah menyoroti program CSR terlebih informasi tersebut belum tentu jelas kebenarannya.
“Maksudnya item apa, yang jelas dalam program CSR tidak diperkenankan memberikan bentuk cash dalam alasan appaun,” tandas Basith.
Basith menegaskan, tidak hanya program CSR namun juga program sponsorship harus dimintakan persetujuan ke SKK Migas terlebih jika permintaan tersebut belum dialokasikan dalam budget atau anggaran berjalan.
“Bagaimana dapat sorotan dari BPK, kalau program tahun ini saja belum ada audit,” sergahnya.(rien)