SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Nama besar almarhum KH Abdullah Faqih pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dimanfaatkan oleh seseorang untuk melakukan penipuan hingga meraup jutaan rupiah.
Pelaku adalah Tomo (41) warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, kepada korbannya dia mengaku sebagai Kyai Yusuf putra mendiang KH Abdullah Faqih dan tinggal di Ponpes Langitan.
“Korban adalah Samadi dan Sofyan yang selama ini bekerja di salah satu proyek yang ada di Kalimantan,†kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Senin (24/11/2014).
Penipuan bermula ketika mertua dari Samadi menderita sakit dan tak kunjung sembuh. Dia bersama Sofyan kemudian mendapatkan nomor ponsel pelaku yang mengaku sebagai orang pintar dan dapat menyembuhkan segala macam penyakit.
Setelah beberapa kali komunikasi dengan pelaku, korban kemudian memutuskan untuk pergi ke jawa dan janji bertemu di Babat, Lamongan.
“Kedua korban dijemput pelaku di Babat, kemudian di ajak ke Masjid Baitur Rokim yang ada di sebelah Ponpes Langitan,†kata Suharyono.
Ketika berada di masjid, pelaku kemudian berupaya meyakinkan korban kalau dapat menyembuhkan segala macam penyakit dengan beberapa syarakat. Diantaranya adalah memberikan shodaqoh sejumlah uang kepada anak yatim dan dititipkan kepada korban.
“Para korban juga diajak untuk melakukan beberapa ritual, termasuk dengan cara mengunjungi makam Kyai Abdullah Faqih untuk meyakinkan korban,†kata Suharyono.
Total dari hasil penipuan yang dillakukan pelaku adalah 8 juta rupiah. Uang ini diminta setiap kali ada ritual yang dilakukan baik untuk penyembuhan, ataupun untuk menggandakan uang sampai ratusan juta rupiah.
“Setelah sadar uang mereka tidak kembali korban melapor ke polisi, setelah kita cek korban bukan keluarga pesantren langsung kita ciduk ketika berada di rumahnya,†tandas Suharyono.
Ketika berada di Mapolres Tuban, pelaku bahkan mengaku tidak dapat membaca Al-qur’an. Dia mengaku hanya beberapa kali mengikuti tahlil di pondok ketika KH Abdullah Faqih wafat tahun lalu.(edp)