SuaraBanyuurip.com – Winarto
Bojonegoro- Petani sekitar pengeboran minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memaksakan diri bertanam. Padahal curah hujan belum seberapa mengguyur wilayah setempat.
Seperti yang dilakukan Samidi, petani Desa Gayam. Ia mulai menanami lahannya yang berada di dekat Sumur Pad C Banyuurip dengan tanaman jagung. Bersama beberapa anggota keluarganya Samidi membuat lubang jagung di ladangnya.
“Karena bulan ini sudah waktunya untuk bertanam,” kata Samidi kepada suarabanyuurip.com, Senin (24/11/2014).
Meski demikian, Samidi mengaku khawatir jagung yang ditanam tidak bisa tumbuh maksimal. Sebab saat ini curah hujan masih jarang di wilayah Gayam. Padahal sejumlah wilayah lainnya di Bojonegoro sudah sering diguyur hujan.
“Ya takut juga. Karena sejak biji jagung ditanam tanahnya harus basah,” ujar Samidi.
Namun Samidi mengaku tak memiliki pilihan lain. Karena hanya sawah ladang itulah yang sampai saat ini menjadi gantungan hidupnya.
Masih jarangnya hujan di wilayah Gayam saat ini menurut sejumlah petani di wilayah Gayam dikarenakan ditangkal untuk kepentingan proyek minyak Banyuurip. Sebab jika curah hujan tinggi dipastikan mengganggu pelaksanaan proyek di lapangan.
“Isa uga ditambak. Mosok kono wes akih udan, kene kok ijek larang udan,” sambung Sali petani lainnya.(win) Â