SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pelayanan kesehatan di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, perlu mendapat perhatian dari Pemkab setempat. Di wilayah ini masih kekurangan alat kesehatan, dan keterbatasan anggaran sehingga menduduki peringkat tertinggi kasus kematian bayi.
Camat Banjarejo, Suherman, menjelaskan, pelayanan kesehatan di wilayahnya perlu mendapat perhatian serius. Lantaran kekurangan alat kesehatan pada pos pelayan kesehatan.
Dia akui telah melakukan upaya penyuluhan terhadap ibu hamil melalui kegiatan Posyandu. Namun belum optimal karena kekurangan dana.
Menurutnya, tingginya angka kematian bayi, karena Puskesmas Banjarejo masih membutuhkan banyak perbaikan dalam sarana kesehatan. Salah satunya adalah peralatan kesehatan. Untuk itu pihaknya meminta Pemkab Blora memberikan perhatian lebih pada fasilitas kesehatan di Kecamatan Banjarejo.
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Blora, Siti Nur Chanifah, sangat menyesalkan dengan adanya pusat layanan kesehatan yang masih kekuarangan alat kesehatan. Dengan kondisi tersebut, sebagai upaya untuk membantu ketersediaan sarana kesehatan, dia meminta dukungan dana dari alokasi dana desa (ADD).
“Dana ADD tidak harus dialokasikan untuk pembangunan saja. Tapi, juga bisa diarahkan ke sektor lain yang lebih membutuhkan,†katanya. Dia meminta dari dana tersebut disisihkan sebesar 10 persen untuk dialokasikan pada sektor kesehatan.
Sementara itu, Dinas kesehatan Setempat belum bisa dimintai keterangan terkait adanya pusat layanan kesehatanyang kekuarangan alat kesehatan. (ams)