Omset Parkir Sekitar Banyuurip Turun

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Rencana pengurangan tenaga kerja (Naker) di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan berdampak pada omset parkir yang didirikan warga sekitar. Sejumlah pengelola parkir mengaku sudah mendengar kabar tersebut. 

Jodi, salah satu pengelola jasa parkir di sekitar proyek EPC 1 dan 5 Banyuurip, mengungkapkan, adanya pengurangan naker sedikit banyak tetap mempengaruhi jumlah omset. Namun berapa jumlah prosentasenya dia belum bisa menghitungnya.

“Entah Rp10.000 atau berapapun tapi terasa ada penurunan,” kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (26/11/2014).

Meski demikian, dia tidak begitu mempersoalkannya. Menurut dia, dampak tersebut hanyalah bagian dari dinamika proyek. Baik pengelola maupun pemilik warung makan dan minuman kecil di sekitar proyek saat ini masih tetap menjalankan aktivitasnya.

Jodi menambahkan, kalaupun proyek EPC-1 Banyuurip akan rampung lebih dulu, para pengelola berharap mendapat peluang dari para pekerja EPC-5 yang dilaksanakan PT Rekayasa Industri (Rekind) – Hutama Karya (HK).

“Pengurangan ini cuma tanda – tanda kalau proyek akan selesai,” ujaarnya.

Baca Juga :   Insan Kamil Tolak Perayaan Valentine Day

Senada juga diungkapkan, Jumangin, pemilik usaha jasa parkir lain. Menurut dia, sedikitnya terdapat sekitar 15 pemilik jasa parkir yang mencari pundi – pundi pendapatan di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Bahkan usaha tersebut seperti semakin bersaing satu sama lain.

“Ada yang buka 24 jam, ada pula yang memasang tarif lebih murah biar parkirannya ramai,” ucapnya.

“Umumnya tarif yang dikenakan Rp.2000. Tapi ada yang mengenakan Rp.1000,” imbuh Jumangin.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *