Insan Kamil Tolak Perayaan Valentine Day

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak sekira 25 siswa SMP Techno Insan Kamil, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hari ini melakukan penolakan keras terhadap perayaan Valentine Day. Penolakan tersebut dilakukan dengan berorasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban.

Sebelum menggelar aksi damai tersebut, puluhan siswa melakukan aksi long march, sepanjang Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo sampai bundaran patung Letda Sucipto Tuban.

Salah seorang siswa SMP Techno Insan Kamil Tuban, Rizky, kepada Suarabanyuurip.com, mengatakan, perayaan valentine day bukan budaya Tuban yang memiliki branded Bumi Wali. Arti kasih sayang bukan hanya sekedar dirayakan setiap tanggal 14 Pebruari saja, namun sesuai etika dalam Islam kasih sayang harus dilakukan kapanpun dan kepada siapapun.

“Adanya Islam sudah membawa kedamaian Rahmatallilalamin,” kata Rizky sambil membawa pengeras Mega Phone, di depan DPRD Tuban, Sabtu (13/02/2016).

Sementara, salah satu pendidik SMP Insan Kamil Tuban, Ahmad Efendi, mendukung aksi siswanya dengan turun jalan memprotes adanya peringatan Valentine Day.

Baca Juga :   Aliansi NGO Bojonegoro Peduli Covid-19 Salurkan Bantuan

“Setelah siswa paham arti valentine hari ini momen dakwahnya,” sambungnya.

Selain mengedukasi generasi muda agar tidak terjebak budaya valentine, pihaknya memberikan pemahaman terus arti memperingati sebuah momentum.

Pihaknya menekankan dalam Islam tidak dibenarkan merayakan valentine, karena bukan termasuk budaya islam. Apabila menilik sejarahnya, valentine berasal dari budaya Romawi kuno, dan Inggris.

“Sejak dulu Islam sudah mengatur kasih sayang,” ujarnya.

Kedatangan Islam tidak pernah melarang merayakan kasih sayang, namun lebih tepatnya mengaturnya dalam keluarga, sahabat, maupun saudara sesama mahluk.

Kasih sayang merupakan naluri dan fitrah semua orang, dan konteks implementasinya harus tepat sasaran bukan menjurus ke hal negatif serupa kemaksiatan.

“Fakta perayaan valentine kerap diwarnai pergaulan bebas,” tambahnya.

Pergaulan bebas tersebut harus diantisipasi agar generasi muda tidak tumbuh, dan berkembang dalam kekangan budaya tidak mendidik. Selain itu, cara menunjukkan kasih sayang dapat diwujudkan melalui kegiatan positif, serupa giat belajar maupun bertirakat. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Security Proyek Migas Tertembak Senapan Angin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *