SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pengerjaan proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu berpotensi kembali terhambat oleh faktor cuaca. Terutama pada saat memasuki musim penghujan seperti saat ini.
Kepala Unit Percepatan Proyek Banyuurip, Julius Wiratno kepada Suarabanyuurip.com Kamis (27/11/2014) tak menampik hal tersebut. “Betul, Mas,” kata dia membenarkan.
Menurut dia, ada potensi aktivitas pengerjaan proyek mengalami slowdown. Sehingga memungkinkan dapat menggangu keberlangsungan proyek.
Saat disinggung sejauhmana pengaruhnya terhadap produksi puncak nantinya, Julius menyatakan akan terus berusaha mengupayakannya secara maksimal. “Kita usahakan semaksimal mungkin, Mas,” tambahnya.
Namun ketika ditanya mengenai berapa prosentase capaian progres keseluruhan proyek Banyuurip saat ini, Julius enggan menjawab.
Sebelumnya, indikator terhambatnya pengerjaan proyek EPC di lapangan saat musim hujan juga terungkap dari sejumlah sub kontraktor.
Namun Juru bicara kontraktor EPC-1 konsorsium PT.Tripatra – Samsung Budi Karyawan menjelaskan tidak semuanya pengerjaan proyek dihentikan saat musim hujan. Hal itu sesuai dengan Job Safety Analisa (JSA) yang dilakukan. Disamping itu, dibanding tahun sebelumnya, kondisi lapangan sudah berbeda. Menurutnya, lokasi proyek sudah banyak yang tertutup. Selain itu, juga dilengkapi alat penangkal petir yang cukup.(roz)