SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai melakukan pendataan terhadap keberadaan orang asing (ekspatriat) yang jumlahnya dinilai meningkat. Keberadaan orang asing tersebut kebanyakan bekerja di industri minyak dan gas bumi baik di pengeboran yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).
Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Bojonegoro, Supi Haryono, menyatakan, data yang masuk dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos), orang asing yang berstatus pekerja migas sebanyak 22 orang. Jumlah itu diprediksi meningkat saat ini karena aktifitas pengeboran migas yang dilakukan juga meningkat.
“Karena dampak negatifnya sudah luar biasa kita rasakan,” tegasnya.
Namun demikian, Supi mengaku, untuk mengawasi keberadaan orang asing di Bojonegoro dirasa sulit karena ketatnya penjagaan di perusahaan migas. Sehingga harus ada tindakan preventif dan persuasif.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Bojonegoro, Moch Kosim menegaskan, pengawasan orang asing belum bisa dilakukan secara intens karena pihak imigrasi sendiri tidak terbuka dengan keberadaan mereka di Indonesia.(rien)