SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Setelah diresmikannya Central Processing Plant (CPP) Blok Gundih untuk Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada bulan Desember tahun 2013 lalu, sampai kini belum ada kejelasan kapan industri gas akan produksi.
Sementara pemerintah pusat telah menjadwalkan operator Gas Blok Gundih, Pertamina EP Asset 4, mundur dari target produksi awal. Yakni pada Juni 2013, dan akhirnya harus mundur sampai Februari 2014. Pada kenyataannya, sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda produksi.
Ketidakjelasan itu, sangat disayangkan oleh DPRD Blora. Mulyono, Anggota DPRD Blora dari Komisi C mengaku, heran dengan sangat menyayangkan ketidakjelasan produksi PPGJ.
“Kalau kondisinya seperti itu, Dana bagi Hasil (DBH) dari kegitan itu juga tidak jelas,†katanya.
Pihaknya mengaku akan mencari informasi mengenai hal itu, “Coba nanti akan kami cari informasinya,†ungkapnya pada wartawan.
Sementara itu, pihak PPGJ sampai dengan berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi. Humas PPGJ, Yuliani, saat dimintai konfrmasi mengenai alasan keterlambatan dan kapan akan dimulai produksi, pihaknya belum bisa memberikan jawaban. Baik dihibungi lewat poselnya, maupun konfirmasi lewat emailnya. (ams)