SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Belum tuntasnya tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, seluas 13,2 hektar (Ha) untuk proyek pengembangan produksi puncak Banyuurip ditanggapi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Operator Migas Blok Cepu menyatakan jika saat ini belum ada lokasi tanah pengganti TKD yang ditunjuk Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam.
“Kita masih menunggu lokasi tanah penggantinya. Karena sampai sekarang belum ada,” kata Vice President EMCL, Erwin Maryoto, usai bertemu Bupati Bojonegoro, Suyoto, Jum’at (28/11/2014) kemarin.
Ia mengaku akan segera menyelesaikan masalah tukar guling TKD Gayam bersama pemerintah desa dan SKK Migas.Â
Disinggung tentang kendala tukar guling TKD Gayam, Erwin menyatakan tidak ada masalah apapun di lapangan karena semua pihak baik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (KK Migas), EMCL, dan pemerintah desa terus bersinergi untuk segera menyelesaikannya.
“Kami terus mendukung dan berupaya untuk tukar guling desa ini, tidak benar kalau sengaja mengulurnya,â€lanjutnya.
Sebelumnya, Komisi A DPRD Bojonegoro juga menyatakan jika permasalahan TKD Gayam saat ini berada di tangan pemdes. Karena uang untuk pembelian tanah pengganti TKD telah disiapkan SKK Migas.
“Sekarang ini tinggal desa yang menentukan lokasi tanahnya. Jadi jangan ditunda-tunda lagi karena sudah cukup lama masalah ini berlarut-larut,” tegas Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Doni Bayu Setiyawan.(rien)