Jangan Gunakan Kalimat Negatif dalam Mendidik Anak

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Sejumlah guru setingkat taman kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sekitar wilayah proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu mendapat ilmu bermanfaat dalam program pelatihan pendidikan yang dapat mendukung mereka dalam kegiatan belajar mengajar.

Salah satu peserta pelatihan, Sri Rejeki, mengungkapkan, cukup banyak materi yang didapatnya selama mengikuti pelatihan yang berlangsung di Depok, Jawa Barat.

“Satu diantaranya diajarkan bagaiamana cara berkomunikasi yang efektif. Ternyata kita tidak boleh sembarangan mengucapkan kalimat negatif. Khususnya kepada anak-anak,” kata dia saat dihubungi suarabanyuurip.com, Rabu (3/12/2014).

Perempuan yang juga dosen jurusan Pendidikan Guru PAUD salah satu perguruan tinggi di Bojonegoro ini menjelaskan, kalimat negatif yang dimaksud misalnya tidak, jangan, atau bodoh. Lebih lanjut dijelaskan, kalimat tersebut bisa digantikan belum atau sebaiknya.

“Kalau bisa lebih baik berucap apa sebaiknya tidak duduk saja dari pada jangan berlari nanti jatuh,” ucap Sri Rahayu memberikan contoh.

Sri Rahayu menyampaikan pendidikan karakter cukup penting untuk membina anak – anak saat usia dini. Sebab mereka merupakan aset bangsa.

Baca Juga :   Salah Tulis, Satu Siswa Terima Separo Bantuan

Sekadar diketahui pada tahun ini EMCL melatih 37 guru dari 7 sekolah dasar dan 8 Taman Kanak-kanak di Bojonegoro untuk mengikuti pelatihan Semai Benih Bangsa (SBB) di Depok Jawa Barat selama seminggu hingga 2 minggu.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *