SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku sudah mendapat solusi akan adanya potensi terhambatnya pengerjaan proyek konstruksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang sedang berlangsung.
“Hal ini sudah diantisipasi dengan cara mengatur pekerjaan sedemikian rupa agar banyak pekerjaan dikerjakan di dalam bangunan – bangunan yang sudah jadi,” kata Kepala Bagian Humas SKK Migas Rudi Rimbono kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/12/2014).
Namun demikian, diakuinya adanya cuaca tetap menjadi kendala pada saat pengerjaan proyek. Adanya hujan, lanjut dia, dipastikan juga akan berpengaruh terhadap capaian produktivitas kinerja.
“Ini yang akan selalu kita optimalkan dengan pengaturan tugas tenaga kerja dan lokasi kerja,” tegas Rudi.
Adanya potensi terhambatnya pengerjaan di lapangan dan pengaruhnya terhadap produksi puncak Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, akibat cuaca sebelumnya diakui oleh Kepala Unit Percepatan Proyek Banyuurip, Julius Wiratno. Menurut dia, ada potensi aktivitas pengerjaan proyek mengalami slowdown sehingga memungkinkan dapat menggangu keberlangsungan proyek.
Saat diisinggung sejauhmana pengaruhnya terhadap produksi puncak nantinya, Julius menyatakan akan terus berusaha mengupayakannya secara maksimal.
“Kita usahakan semaksimal mungkin, Mas,” kata Julius.(roz)