SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, JawaiTimur meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi data penerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) bagi rumah tangga sangat miskin (RTSM) agar tepat sasaran. Karena dengan tak tepatnya penyaluran bantuan tunai sejumlah Rp400 ribu per RTSM itu menjadikan Pemdes kebingungan.
“Kami sangat delime sekali. Karena warga yang mampu mendapat, justru warga yang miskin gak dapat. Sedangkan kami tak punya kewenangan mengalihkan bantuan itu,”kata Kepala Desa (Kades) Tengger, Cianto Nurcahyo kepada suarabanuurip.com, Rabu (03/12/2014).
Cianto mengaku, akibat tak tepatnya penyaluran bantuan itu dirinya sempat mendapat protes dariu warga yang benar-benar miskin yang tak memperoleh bantuan PSKS.
“Ya saya jelaskan kalau data yang digunakan pemerintah itu data lama,” ujar dia, mengungkapkan.
Untuk itu, Cianto meminta kepada pemerintah untuk kembali melakukan pendataan lagi dari bawah sesuai kuota warga yang nanti bakal menerima bantuan.Â
“Misalkan Desa Tengger jatahnya 100 penerima, dari jumlah tersebut diberikan ke Desa dan desa melalui RT akan meneliti siapa warga yang layak menerima bantuan untuk dicatat dan diajukan,” saran dia.
Ditambahkan, dengan cara itu setidaknya bakal bisa mengerungai gejolak warga yang selama ini megomplin Pemdes. “Saya yakin cara ini hasilnya bisa tepat sasaran, Mas,” imbuhnya.(sam)