SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Pembelian Pertamax di sejumlah Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lamongan, Jawa Timur melonjak sejak pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Dari pantauan SuaraBanyuurip.com disejumlah SPBU, Sabtu (6/12/2014), di stand dispenser Pertamax yang biasanya sepi pembeli terlihat lebih ramai dari biasanya. Kendaraan roda dua tampak mendominasi.
Menurut salah satu operator SPBU Turi, Danu, pembelian Pertamax sedang ngetren sejak harga premium naik Rp2.000 perliter. “Orang lebih banyak membeli Pertamax dari pada Premium, “ katanya.
Meningkatnya animo masyarakat membeli Pertamax dimungkinkan karena pautan harga dengan Premium hanya sekitar Rp2.100 perliter. Harga premium Rp8.500 perliter sedang harga pertamax Rp10.600 perliter. Dengan pautan harga relatit kecil tersebut pembeli bisa mendapatkan bahan bakar yang lebih berkualitas.
Di SPBU Pucuk dan SPBU Plaosan juga terjadi peningkatan penjualan Pertamax.  “Penjualan Pertamax meningkat sekitar 20 persen. Mungkin karena harganya relatif sama, membeli Pertamax juga tidak antri seperti membeli Premium,“ ujar operator SPBU Plaosan, Sugeng.
Beberapa pengendara motor yang sedang mengisi Pertamax memilih sejak harga Premium naik lebih suka menggunakan Pertamax.
“Kualitas jelas lebih bagus, selisih harganya tidak seberapa dibanding Premium,“ papar salah satu pengendara motor Widodo. (tok)