SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Hujan lebat yang mengguyur sekitar proyek ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur membuat kondisi tanggul dan embung penampungan air di proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 Banyuurip  jebol. Peristiwa itu terjadi lantaran tidak mampu menampung debet air hujan.
Dari pantauan Suarabanyuurip.com, menyebut, akibat jebolnya tanggul dan embung membuat tanaman pertanian berupa padi rancah rusak parah tertimbun lumpur. Lain itu pematang sawah hancur.
“Padi rancah rusak tertimbun tanah dan pematang sawah juga hancur karena tergerus air dari tanggul dan embung lokasi proyek EPC-5 yang jebol tersebut, Mas,” kata Kepala Dusun (Kasun) Kaliglonggong, Desa Gayam, Rudi Hartono, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (06/12/2014).
“Saat ini kami sedang mendata lahan dan tanaman warga yang rusak tersebut untuk segera diajukan ke pihak perusahaaan,” jelasnya.
Kepala Desa (Kades) Gayam, Winto, membenarkan adanya kejadian ambrolnya tanggul dan embung EPC-5 tersebut. Hanya saja kerugiannya berapa belum bisa ditafsir. Karena, masih perlu pengecekan lebih dalam.
“Kejadian ini juga sudah saya laporkan kepihak EPC-5 untuk segera ditintak lanjuti,” tegas Winto.
Pihak kontraktor EPC 5, PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind), saat dikonfirmasi melalui humasnya, Â Wandi, mengaku akan segera ditangani. Lagipula, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi.
“Ya kita tangani, Mas, kejadian seperti ini bukan pertama kali terjadi, kita selesaikan dengan pemilik lahan. Begitu kejadian sudah langsung di survey sama humas HK. Hanya saja, datanya belum saya terima,” terang Wandi. (sam)